Oleh: Lintang Fadjri
HIMPUN.ID – Perubahan iklim merupakan salah satu fenomena alam yang tidak bisa dihindari.
Oleh karena itu, semua sektor yang ada dalam kehidupan manusia termasuk sektor pertanian yang rentan terhadap terjadinya perubahan iklim harus segera meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap berbagai perubahan, disamping berbagai usaha mitigasi untuk menghambat laju perubahan iklim juga perlu terus dilakukan.
Namun tindakan mitigasi yang dilakukan di sektor pertanian, tidak boleh menghambat produktivitas pertanian.
Tentang inovasi teknologi yang mampu meningkatkan adaptasi sektor pertanian terhadap berbagai dampak yang timbul akibat terjadinya perubahan iklim, termasuk data dan informasi yang diperlukan untuk mendukung pengembangan inovasi teknologi pertanian yang cerdas iklim dengan menggunakan Climate-smart agriculture (CSA) yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sistem pertanian serta mendukung ketahanan pangan, memasukkan kebutuhan adaptasi dan potensi mitigasi ke dalam strategi pembangunan pertanian berkelanjutan.
Baca juga:Puskesmas Mananggu Layani Vaksin Gratis Bagi Masyarakat Umum
CSA mengusulkan pendekatan yang lebih terintegrasi untuk tantangan yang terkait erat dari keamanan pangan, pembangunan dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Marcus menyebutkan bahwa ada 4 poin utama terkait dengan kedaulatan pangan dan agroekologi.
Pertama, adanya perubahan iklim menyebabkan kekhawatiran terhadap akses makanan terutama makanan yang bergizi sehingga berdampak pada masalah distribusi pangan.
Berkaitan dengan masalah tersebut akhirnya muncul yang kedua yaitu pergeseran pola konsumsi yang merupakan salah satu elemen penting dari climate-wise food system, kemudian sistem ini akan dilanjutkan pada poin ketiga yaitu berkaitan dengan aspek ekologis yang menggabungkan beberapa proses biologis yang nantinya dapat menginvestasikan kembali keanekaragaman hayati untuk keberlanjutan saat ini dan di masa yang akan datang.
Keempat, berada ditingkat politik yang berkaitan dengan kekuasaan di mana pertanian dikuasai oleh oligarki.
Referensi: Sutrisno, N., Sarwani, M., & Pasandaran, E. (2012). Memperkuat kemampuan pertanian lahan kering dalam menghadapi perubahan iklim. Dalam: Dariah, A., B. Kartiwa, N. Sutrisno, K. Suradisastra, M. Sarwani, H. Soeparno, dan E. Pasandaran (Eds.) Prospek Pertanian Lahan Kering dalam Mendukung Ketahanan Pangan. Balitbangtan. Jakarta, 123-142.
Taylor, Marcus. (2017). Climate Smart Agriculture: What is it Good For? Journal of Peasant Studies. 45. (1), 89-107.
Catatan : Tulisan ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis
(Info: himpun.id menerima kontribusi tulisan dengan berbagai tema. Rubrik tulisan yang dapat di kirim yakni Opini, Resensi, Cerpen, Puisi, Tips, Edukasi, Khazanah, dan lain sebagainya, selagi bermanfaat)















