HIMPUN.ID – Anggota Pansus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo, Darmawan Duming menyoroti kasus HIV/AIDS yang terjadi. Menurutnya, kasus HIV/AIDS yang terjadi harus segera mendapatkan penanganan serius oleh Dinas Kesehatan agar dapat memutus mata rantai.
“Harus ada langkah konkrit pemerintah kota dalam melakukan penanganan, baik bersifat preventif maupun penindakan,” ungkap Darmawan usai Rapat Pansus DPRD Kota Gorontalo Pembahasan LKPJ Tahun 2025 di Aula I, Senin 6 April 2026.
Darmawan menyarankan agar dilakukan edukasi secara masif di lingkungan keluarga melalui sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan.
“Salah satu cara, harus ada edukasi bagi anak-anak berupa sosialisasi pencegahan yang dilakukan dinas kesehatan melalui orang tua,” ujar Darmawan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, Anwar Pasaribu mengungkapkan, pihaknya harus sangat berhati-hati dalam melakukan pelacakan kasus di lapangan. Menurutnya, identitas institusi medis seringkali menjadi penghalang bagi masyarakat untuk terbuka.
“Kalau kami dari dinas kesehatan yang turun langsung, yang ada mereka (terduga terinfeksi) malah takut, menghindar, bahkan kabur,” ujar Anwar saat memberikan klarifikasi dalam rapat bersama Pansus DPRD Kota Gorontalo.
Langkah humanis ini diambil mengingat mayoritas temuan kasus didominasi oleh kelompok laki-laki seks dengan laki-laki (LSL).
Anwar menjelaskan bahwa kelompok ini membutuhkan perlakuan khusus agar upaya penanganan tidak justru menciptakan stigma baru atau memicu rasa takut yang berlebihan.
“Angka ini adalah realitas yang tidak bisa dipungkiri, mengingat Kota Gorontalo merupakan pusat keramaian di Provinsi Gorontalo. Namun, data tersebut hanya permukaan, karena pola penyebarannya sulit terdeteksi secara kasat mata,” tambah Anwar.
Sebagai pendukung dari sisi medis, pemerintah tetap menyiagakan distribusi obat profilaksis seperti PrEP dan PEP di titik-titik layanan kesehatan. Selain itu, skrining rutin setiap malam Minggu yang melibatkan kepolisian dan tokoh masyarakat terus diintensifkan guna menjaring kasus-kasus baru yang selama ini dianggap sebagai fenomena “bola salju”.
Dengan demikian, pemerintah Kota Gorontalo telah berupaya melakukan berbagai macam cara dalam mengatasi kasus HIV/AIDS agar dapat terkendali dan tidak menyebar.
Menutup penyampaiaanya, Darmawan menerangkan, DPRD telah merekomendasikan kepada pihak eksekutif untuk mengambil langkah strategis dalam melakukan penanganan HIV/AIDS.
“Kami berharap, rekomendasi yang sudah kami sampaikan dapat ditindaklanjuti secara serius oleh Pemerintah Kota Gorontalo demi kemaslahatan bersama,” pungkas Darmawan.(Adv)














