Rahmat Ambo Ditetapkan Sebagai DPO Kasus Penggelapan Dana

Rahmat Ambo Ditetapkan Sebagai DPO Kasus Penggelapan Dana (Foto: Humas Polda Gorontalo)

HIMPUN.ID – Penyidik Polda Gorontalo menetapkan Rahmat Is Ambo alias Rahmat Ambo (36 tahun) sebagai DPO.

Rahmat Ambo ditetapkan sebagai DPO oleh Penyidik Dit Reskrim Umum Polda Gorontalo, atas tindak Pidana penipuan penggelapan dana yang dilakukannya terhadap masyarakat.

Soal penetapan status DPO kepada Rahmat Ambo itu dibenarkan Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono, SIK.

Melalui keterangan tertulisnya yang diterima himpun.id Kamis 25 Agustus 2022, Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono, SIK, mengngungkapkan, berdasarkan hasil gelar perkara, Rahmat Ambo ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak penyidik.

Baca juga:Ferdy Sambo Jalani Sidang Komisi Etik Profesi Polri

Dikatakan Wahyu, telah terpenuhi alat bukti melakukan tindak pidana penipuan/penggelapan uang masyarakat, dengan menjanjikan keuntungan yang besar.

Advertisement

“Pelaku mengiming-imingi masyarakat dengan mendapatkan keuntungan yang besar dari dana yang dikumpulkannya. Namun dari kesepakatan yang dibuat, pelaku sudah melarikan diri,” terang Wahyu.

Rahmat Ambo Juga Sempat Dilaporkan oleh IBF

Dikatakan Wahyu terhadap Rahmat Ambo juga sempat dilaporkan oleh perusahaan International Bussiness Future (IBF) Gorontalo terkait dengan dugaan penyalahgunaan kewenangan dan pencemaran nama baik.

Diungkapkan Wahyu, dari kasus yang dilakukan Rahmat Ambo, pihak penyidik sudah melakukan pemanggilan terhadap tersangka dengan dibuatkan surat panggilan, namun sampai dengan sekarang yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan penyidik.

“Penyidik telah menerbitkan DPO terhadap Tersangka, dikarenakan sudah berulang kali dilakukan pemanggilan, namun tidak pernah memenuhi panggilan dari penyidik bahkan tidak diketahui keberadaannya,” terangnya.

Imbauan kepada Masyarakat

Kepada masyarakat, Wahyu menghimbau apabila melihat pelaku, harap segera ditangkap dan diserahkan kepada penyidik Dit Reskrim umum Polda Gorontalo atau bisa menghubungi kontak person 082293891583.

“Info terakhir, keberadaan pelaku berpindah-pindah tempat, di pekan baru, riau, kelurahan bukit permata kecamatan Kaubun Kabupaten Kutai timur, Kalimantan timur, dan kelurahan pelalo kecamatan Sindang, Kabupaten Rejang lebong, Bengkulu,” pungkasnya. (HP1)

Advertisement

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini