SAJAK-SAJAK TENTANG
/1/
temaram datang ketika kau bersama angin rintik-rintik turun membasah
bumi bermula dalam kepedihan
aku terjaga: melihat senyummu yang perlahan mengabur kata sudah hilang makna
kita berdua dalam senja yang jingga
menunggu isyarat langit
melebur dalam janjiMu
/2/
Lihatlah! Kau menunjuk pokok kayu yang ranggas.
“Kita pernah ada di sana, saling menunggu tanpa kata”.
Aku terdiam: membayangkan taman Alengka dengan beribu pohon apel.
Kau mencoba bertanya tentang pertaruhan dadu.
Aku terdiam:
memikirkan bertahun-tahun di hutan dalam penyamaran
“Kau bukanlah sais, Arjuna!”
Lihatlah! Kita pernah bersama dalam sebuah telur
menjadi Ismaya: menjadi Ibu
memikul beban dalam perut-perut kita
sedikit impulsif pada gombak yang memutih
/3/
Kau tahu, aku bukanlah Sangkuriang
aku tidak mencintai Ibuku. Dia tidak layak aku cintai
Dia mencintai Tumang. Ah, siapa pula dia ini?
Kau tahu, aku bukanlah Sitanggang
Aku tidak mendurhakai Ibuku. Dia tidak layak aku durhakai
Dia mendurhakai lautan, gelombang, dan ombak.
Kadang, Kau akan tahu:
aku menjelma burung-burung
berkicau sampai negeri Saba
penunjuk Sulaiman
/4/
Apakah kau yang gugur di Kurusetra?
Apakah harum darahmu yang semerbak di Palagan Bubat?
Seperti Bima yang masuk telinganya sendiri.
Ini nyata. Kau tahu itu.
Aku mencintaimu, Angraini
Bukan seperti kura-kura yang hendak terbang.
Kau ingat, bagaimana Resi Dorna gugur?
Yudhistira berbohong. Aswatama tidak mati
Ini nyata. Kau tahu itu.
Aku mencintaimu, Srikandi
Bukan seperti bangau yang menipu gagak.
Kau pasti ingat, bagaimana Kresna pun gugur
Arjuna licik. Dia korbankan Gatotkaca
Ini nyata. Kau tahu itu.
Aku bukanlah Bhisma, aku laki-laki.
Tidak akan dikutuk Dewi Amba.
Ah, Kau tahu aku hanya mencintaimu?
Ini nyata, dan Kau tahu itu.
2022-2025
DONGENG ZHU
Inilah kain yang kutenun dalam tiga ratus purnama
menunggumu di pinggir pantai:
ditemani ombak dan anginnya yang asin
barangkali perahu Nuh akan berlabuh di pantai ini
mengabarkan kedatanganmu
Datanglah, Kekasih
ini kain tapismu
datanglah bersama naga yang meliuk-liuk
berwarna emas: warna para Dewa
Datanglah, Kekasih
Aku menunggumu
2024
JAKA TARUB
Kau datang bersama gerimis
dipenuhi keindahan
kahyangan: berwarna
aku melihatmu di sini
menjelma laki-laki —pencuri-
selendangmu kusembunyikan dalam aliran darah
Apakah kau akan mencarinya?
berenang: menyusuri alirannya
bermuara pada sukma.
Lihatlah!
Kaulah gerimis itu.
Akulah laki-laki -pencuri-
menyembunyikan selendangmu
dan menyimpannya dalam hati
2024
SI KANCIL
Aku tidak tahu mengapa Si Kancil bisa menipu buaya di sungai?
Aku pun tidak tahu mengapa dia dapat memerdaya harimau si Raja Hutan?
“Apakah kancil cerdik?” tanyamu pada suatu malam menjelang tidur sebelum ibu mendongeng. Aku tertegun mendengarnya, teringat bagaimana Raja Sulaiman bercakap-cakap dengan sepasukan semut.
2024
SUWUNG
Aku terapung di antara awang uwung
menjadi bambung di hadapan Sang Pandita
di tengah balairung dengan hati terasah-asah
menjadi ada dalam tiada: mengada dalam ketertiadaan
Aku terapung di antara awang uwung seorang datung bersyair:
tentang Khidir, tentang Musa,
tentang Bahtera, tentang pemuda di dalam Goa
Begitulah!
14 Juni 2024

Biodata Penulis
Heri Isnaini lahir di Subang, Jawa Barat, pada tanggal 17 Juni. Heri sangat menyukai puisi-puisi Sapardi Djoko Damono. Pernah mengikuti acara “Temu Penyair Asia Tenggara 2018” di Padang Panjang, Sumatera Barat, mengikuti Festival Seni Multatuli 6-9 September 2018 di Rangkasbitung, Lebak, Banten. Puisi-puisinya juga pernah dimuat pada Jurnal Aksara, Deakin University, Australia.
Antologi puisinya, Ritus Hujan (2016); Singlar Rajah Asihan: Kumpulan Sajak (2018); Ah, Mungkin Kau Lupa Aku Begitu Merindumu (2019); Manunggaling Kawula Gusti: Kumpulan Sajak (2020); Montase: Sepilihan Sajak (2022). Cerpennya pernah dimuat pada koran Radar Banyuwangi, Radar Kediri, dan Harian Rakyat Sultra. Beberapa media daring di Indonesia seperti Radar Utara, Restorasi News Siber Indonesia, Tebu Ireng Online, Bali Politika, Berita Jabar News, Sip Publishing juga pernah memuat karya-karyanya.
Kegiatan sehari-hari Heri adalah Dosen Sastra IKIP Siliwangi Kota Cimahi. Selain itu, Heri juga banyak beraktivitas sebagai editor dan reviewer di berbagai jurnal ilmiah di dalam dan luar negeri.
Catatan : Tulisan ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis
(Info: himpun.id menerima kontribusi tulisan dengan berbagai tema. Rubrik tulisan yang dapat di kirim yakni Opini, Resensi, Cerpen, Puisi, Tips, Edukasi, Khazanah, dan lain sebagainya, selagi bermanfaat)














