Example floating
Example floating
OPINI

Susanto Liputo: Anak Penjual Nasi Bungkus yang Kini Duduk di Parlemen

0
×

Susanto Liputo: Anak Penjual Nasi Bungkus yang Kini Duduk di Parlemen

Sebarkan artikel ini
Susanto Liputo (Foto: hms DPRD Kota Gorontalo)

Haru bercampur bangga, ketika menyimak beberapa hari ini berseliwiran pemberitaan terkait dilantiknya Susanto Liputo, sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo.

Entah mengapa, saya kemudian tiba-tiba terdorong hendak membuat sebuah tulisan yang cukup emosional, sebab saya mengenal Susanto Liputo dan bagaimana kisah perjuangannya dalam arena politik di Kota Gotontalo.

Susanto Liputo, dilantik sebagai wakil rakyat menggantikan mendiang sahabatnya Almarhum Hardi Sidiki (Alfatihah untuk beliau), yang tutup usia pada Jumat (18/07/2025) yang lalu, setelah cukup lama berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

Sebagai orang yang mengenal Susanto jauh sebelum terjun ke dunia jurnalistik, saya menyimak betul bagaimana kisah perjalanan Susanto Liputo berjuang bersama rakyat, agar mendapatkan tempat di gedung parlemen Kota Gorontalo.

Muncul dalam benak ini lagi, ciri khas Susanto bersama tim relawan setianya dalam berkampanye yang sangat sederhana dan seadanya, hanya dengan berjalan kaki, naik sepeda, gerobak, bendi (kenderaan khas tradisional Gorontalo) dan bentor (Becak Motor).

Tak hanya itu, dalam melakukan kampanye politik, kadang kala mereka urungan atau gotong royong untuk membiayai kampanye Susanto Liputo, yang dikalangan pendukungnya lebih dikenal dengan slogan Sapulidi Rakyat (suSAnto PUte LIputo DI hati Rakyat). Pute, adalah nama kecilnya Susanto.

Perjuangan yang begitu panjang memang, penuh onak dan duri serta jatuh berkali-kali dirasakan Susanto Liputo sebelum berada di titik saat ini. Cibiran demi cibiran bahkan pernah dikatai hanya seorang anak penjual nasi bungkus, dilontarkan kepada dirinya saat beberapa kali maju sebagai calon anggota legislatif.

Meski sering dianggap remeh karna bukan politisi yang berduit, Susanto terus berjuang bersama rakyat yang menaruh harapan dipundaknya, dengan mempertahankan nilai-nilai dasar perjuangannya. Tidak ada kata menyerah, sebelum apa yang diyakininya sampai pada tujuan.

Berkat do’a dari sang ibu, dukungan penuh dari sang istri yang terus mendampinginya dalam suka dan duka, serta para militansi pendukungnya dibawah komando Bung Rio Tumulo, kini anak si tukang penjual nasi bungkus itu duduk dengan gagah sebagai wakil rakyat, yang siap dengan lantang bersuara memperjuangkan hak-hak rakyat lewat kursi parlemen.

Skenario kebenaran yang mutlak memang sukar ditebak. Susanto saat ini, tidak hanya sekadar lahir dari tangan rakyat, akan tetapi lahir atas dasar perintah konstitusi yang melegitimasi Susanto berselancar di dalam pusaran pemerintahan daerah untuk mewakili rakyat.

Lebih dalam dari itu, kehadiran Susanto Liputo di dalam ruang gedung parlemen Kota Gorontalo, adalah kehendak alam yang telah digariskan dengan jalan yang berbeda melalui “keajaiban”, karena kegigihan dan kesabarannya melanjutkan asa, merajut mimpi.

“Alam akan merespons setiap sugesti yang keluar dari pikiran manusia,” begitu kata senior saya Mohamad Gandi Tapu, yang menariknya, pernyataan berkonsep spritual dan filosofis itu seolah layak disematkan pada perjalanan karir politik Susanto saat ini.

Betapa tidak, saat ini alam telah merespon kehendak rakyat, keluarga, dan semua yang menaruh harapannya kepada Susanto, agar kelak Ia dapat terus melanjutkan nilai-nilai dasar perjuangannya untuk kemaslahatan orang banyak.

Sedikit coretan kecil untuk Susanto Liputo, sebelum memulai kiprahnya sebagai wakil rakyat, berhentilah berlomba menjadi pejuang kedaulatan rakyat bila hari ini masih banyak yang menjerit karena fungsimu diam membisu, sehingga kebijakan yang belum menjadi cerminan keinginan rakyat terus merajalela.

Berhentilah bermain di arena politik, bila fungsimu masih didominasi kepentingan pribadi dan kelompok. Sebab yakinlah, semua kelak akan dipertanggungjawabkan di masa keabadian. Selamat mengabdi.

Penulis : Mohamad Yusrianto Panu

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *