HIMPUN.ID – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo menggelar rapat kerja evaluasi penyerapan anggaran pembangunan infrastruktur serta pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2025. Rapat digelar di Aula I, Selasa, 18 November 2025.
Ketua Komisi III, Ariston Tilameo menjelaskan, secara fisik, pekerjaan pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2025 telah mencapai angka yang cukup.
“Tadi dalam pembahasan, sudah mencapai 70 persen lebih,” ujar Ariston.
Namun, Ariston menerangkan adanya disparitas signifikan antara realisasi fisik dan realisasi anggaran yang telah dicairkan.
“Pekerjaan fisik dengan realisasi anggaran, memang masih di atas fisik dengan realisasi anggaran yang telah dikucurkan. Realisasi anggaran sekitar 36 persen, kemudian realisasi fisik 70 sekian persen,” terang Ariston.
Ariston mengungkapkan, beberapa proyek mengalami keterlambatan waktu dan bahkan pembatalan akibat kendala teknis dalam proses pengadaan. Kendala utama yang disoroti adalah adanya perubahan spesifikasi item yang harus diinput ke dalam e-Katalog.
“Memang ada beberapa keterlambatan waktu, karena kendala teknis. Yang menjadi kendala teknis ini misalnya pekerjaan yang terjadi perubahan dari versi lima menjadi versi enam yang harus di input sizing dalam e-katalog,” jelasnya.

Masalah input sizing ini bahkan mengakibatkan salah satu proyek penting, yaitu penanganan tebing di Kelurahan Tenda, tidak dapat dilanjutkan dan anggarannya tidak terserap.
“Ada yang tidak terserap, itu karena persoalan teknis. Seperti penanganan tebing yang ada di Kelurahan Tenda. Karena, perubahan itu ada item yang di input sizing. Itu harus diadakan, sehingga dalam proses e-katalog tidak bisa,” tutur Ariston.
Ariston menambahkan, melakukan tender manual tidak memungkinkan karena mepetnya waktu, sehingga proyek tersebut diputuskan tidak dilaksanakan untuk menghindari risiko.
Komisi III menekankan pentingnya penyelesaian pekerjaan tepat waktu, mengingat tahun anggaran 2025 akan segera berakhir.
Ariston Tilameo menegaskan, pihaknya akan terus melakukan monitoring ketat.
“Kami wanti-wanti ini sudah di akhir tahun, semoga pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu dan tidak ada masalah,” tutur Ariston.
Di akhir pernyataan, Komisi III memberikan waktu bagi seluruh pekerjaan infrastruktur yang sedang berjalan.
“15 Desember sudah harus selesai untuk semua pekerjaan infrastruktur,” pungkas Ariston.(Adv)














