HIMPUN.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan (Dapil) II Bone Bolango, Kristina Mohamad Udoki, yang akrab disapa Femmy Udoki, menggelar reses terakhir pada masa sidang ketiga tahun 2024-2025 di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan, dan laporan permasalahan yang terjadi di desa maupun kecamatan.
Masyarakat Botubarani menunjukkan antusiasme tinggi dalam memanfaatkan kesempatan reses.
Kepala Desa Botubarani, Irwan Lakoro, mengawali dialog dengan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Femmy Udoki atas kunjungan tersebut.
“Terima kasih ibu Femmy Udoki, telah hadir di desa Botubarani dalam rangka reses. Karena biasanya caleg lalu yang pernah saya temui, kalau sudah terpilih jangankan membuka kaca mobil, berkunjung saja tidak. Tapi, alhamdulillah ibu Femmy tidak,” ujar Irwan Lakoro.
Irwan Lakoro juga menyoroti masalah krusial di Desa Botubarani, yaitu ketersediaan air bersih yang belum mencukupi kebutuhan masyarakat.
Irwan memohon agar Femmy Udoki dapat membantu mengkomunikasikan dengan pihak terkait agar pasokan air PDAM dari Kota bisa dialirkan hingga ke Desa Botubarani, mengingat lokasinya yang berdekatan dengan wilayah kota.
“Biasanya masyarakat di sini ibu masih kekurangan air bersih. Apa bisa kami minta air PDAM di kota mengalir terus sampai di Botubarani, kebetulan sudah bersebelahan antara Desa Botubarani dan kelurahan yang di kota. Siapa tahu ibu bisa bantu komunikasikan,” ungkap Irwan dengan nada memohon.
Selain masalah air bersih, berbagai keluhan dan permintaan lain juga disampaikan oleh masyarakat, meliputi perbaikan riol (saluran air), rehabilitasi dapur, pengadaan water closet (WC), bantuan rumah layak huni, pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM), penanganan banjir saat hujan, beasiswa, serta kebutuhan “pamo”.

Menanggapi aspirasi tersebut, Femmy Udoki menyampaikan beberapa poin penting.
Mengenai masalah air bersih, ia berjanji akan mencoba berdiskusi dengan Walikota dan pihak terkait untuk menjajaki kemungkinan perluasan cakupan layanan PDAM Kota Gorontalo hingga ke kabupaten lain, mengingat kondisi geografis yang berdekatan.
Terkait usulan “pamo”, Femmy menyarankan agar pengadaannya dapat dilakukan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau Koperasi Merah Putih, karena anggaran melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Provinsi belum tersedia untuk skala besar seperti itu.
Namun, jika berupa mesin 5 PK atau 15 PK, masih bisa diupayakan melalui Pokir.
Femmy juga membuka kemungkinan bantuan dari pemerintah pusat, dengan syarat proposal ditandatangani oleh Gubernur, dan berharap sembilan menteri dan wakil menteri dari Partai Amanat Nasional (PAN) di pusat dapat membantu.
Untuk pembangunan fisik seperti riol, rehab dapur, dan pengadaan WC, Femmy menjelaskan bahwa hal tersebut belum bisa dibantu melalui Pokir.
Sementara itu, untuk rumah layak huni, pemerintah provinsi memang memiliki programnya, namun desa harus berstatus sebagai desa kumuh.
Mengenai masalah banjir, Femmy mengakui bahwa ini adalah masalah krusial yang rata-rata dihadapi oleh desa-desa di Bone Pesisir saat hujan.
“Saya sudah komunikasi dengan balai sungai. Mereka meminta proposal yang ditandatangani Bupati. InsyaAllah mereka akan melihat mana prioritas, karena tidak bisa semua akan direalisasikan, sebab masih efisiensi anggaran,” jelas Femmy dengan semangat.
Terakhir, untuk pengadaan UMKM dan beasiswa, Femmy menyampaikan bahwa usulan sudah diajukan sesuai permintaan dinas.
“Insyaallah tahun ini UMKM dan Beasiswa yang diurus melalui usulan saya akan dicairkan. Kalau ada yang belum dapat di tahun ini, tahun depan insyaallah lewat Pokir 2026 akan kita perjuangkan lagi,” pungkas Femmy. (Adv)
Reporter: Fadli Sukriani Melu














