HIMPUN.ID – dr. Alaludin Lapananda, ayah dari Anggota DPRD Kota Gorontalo Alwi Kusuma Lapananda yang video mesranya bersama Ketua Komisi III DPRD Gorontalo Utara, Dheninda Chaerunnisa viral, hingga saat ini belum memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya potongan percakapan yang dinilai aktivis Gorontalo mengandung unsur intimidasi.
Percakapan tersebut dinilai meresahkan aktivis karena memuat klaim mengenai data personal hingga dugaan rencana pembentukan massa tandingan.
Isu ini mencuat setelah beredarnya potongan percakapan yang dinilai aktivis mengandung unsur intimidasi dan telah menjadi sorotan publik, termasuk dalam pemberitaan media lain seperti faktanews.com yang terbit pada 6 November 2025.
Media himpun.id Sabtu 8 November 2025 telah berupaya melakukan konfirmasi, namun pertanyaan yang diajukan belum mendapatkan tanggapan resmi.
Percakapan yang diduga dilakukan oleh dr. Lapananda kepada seorang aktivis, Dicki Modanggu, menyentuh isu alamat, kekuatan massa, dan dugaan rencana aksi tandingan.
Kutipan yang beredar luas tersebut menjadi dasar kekhawatiran aktivis Farwan Manoppo mengenai potensi ketegangan sosial.
Berikut adalah beberapa kutipan yang disorot:
“Jujur saja, Dek Diki. Kau orang Gorut, kan? Kau ini sudah masuk, semua alamat sudah ada jelas semua di Timnya Alwi. Saya bukan menakut-nakuti, Dek. Pemilih Alwi itu konstituen… Macam dorang ini. Anak-anak sepanggal.”
“Oke, sengaja juga de diki. Kita belum lepas masa di sana. Masa tandingan habis ngana.”
“Berapa ngana p kekuatan? Berapa ngana p kekuatan? Kita mau tanya ngana p masa berapa? Pemilih Pak Alwi itu 2.300 bos. Baru pemilihnya begini. Peranggang rupa ngana.”
Kalimat-kalimat yang mengklaim data pribadi telah dimiliki tim dan penyebutan “Masa tandingan habis ngana” dianggap sebagai ancaman serius terhadap kebebasan berekspresi aktivis.
Media himpun.id telah mengajukan pertanyaan untuk meminta Dr. Lapananda mengklarifikasi kebenaran percakapan tersebut, menjelaskan maksud dari klaim “semua alamat sudah ada jelas semua,” serta tujuan dari rencana pembentukan massa tandingan yang diindikasikan.
Sampai berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan resmi yang diterima dari Dr. Alaludin Lapananda. Himpun.id akan terus berupaya mendapatkan pernyataan resmi agar informasi yang tersaji kepada publik dapat utuh dan berimbang.*












