Example floating
Example floating
PERISTIWA

Kasus Kematian Brigadir J, 25 Personel Diperiksa terkait Ketidak Profesionalan Penanganan TKP

0
×

Kasus Kematian Brigadir J, 25 Personel Diperiksa terkait Ketidak Profesionalan Penanganan TKP

Sebarkan artikel ini
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat melakukan konferensi pers terkait perkembangan kasus kematian Brigadir J, (Foto tangkap layar Instagram/Devisi Humas Polri)

HIMPUN.ID – Kamis 4 Agustus 2022, melalui konfersi pers, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, Tim Penyidik Tim Khusus Polri telah memeriksa 25 personel terkait kasus kematian Brigadir J.

“Sampai saat ini sudah 25 personel, dan proses masih terus berjalan,” jelas Sigit dikutip dari video yang di unggah di kanal YouTube Devisi Humas Polri.

Dikatakan Sigit, 25 personel diperiksa terkait dengan ketidak profesionalan dalam penanganan TKP.

“dan juga beberapa hal yang kita anggap bahwa itu membuat proses olah TKP dan juga hambatan-hambatan dalam hal penanganan TKP dan penyidikan,” jelas Sigit.

Disampaikan Sigit, 25 personel yang diperiksa itu terdiri dari kesatuan Bid Propam, Polres, dan juga ada beberapa personel dari Polda dan juga Bareskrim.

“Kita telah memeriksa 3 personel Pati, Kombes 5 personel, AKBP 3 personel, Kompol 2 personel, Tama 7 personel, Bintara dan Tamtama 5 personel,” kata Sigit.

Sigit mengatakan terhadap 25 personel akan dilakukan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran kode etik.

“Kita akan menjalankan proses pemeriksaan terkait dengan pelanggaran kode etik,” jelas Sigit.

Baca juga:Cara Menghilangkan Bau Mulut, Begini Penjelasan Dokter Saddam Ismail

Baca juga:Cara Mengatasi Wajah Merah Bengkak Setelah Facial, Begini Penjelasan Dokter Saddam Ismail

Sigit menegaskan, apabila ditemukan adanya proses pidana, akan diproses.

Dikatakan Sigit, ia pun akan melakukan mutasi.

“Dan malam hari ini saya akan keluarkan TR khsus untuk memutasi,”

Kapolri Sigit berharap, proses penanganan tindak pidana terkait dengan meninggalnya Brigadir Yosua kedepan akan berjalan dengan baik.

“Saya yakin Tim Khsus akan bekerja keras dan kemudian menjelaskan kepada masyarakat dan membuat terang tentang peristiwa yang terjadi,” kata Sigit.

Yang Mengambil CCTV Sudah Diketahui

Terkait keberadaan CCTV yang hilang saat kasus kematian Brigadir mencuat ke publik sudah diketaui.

Keberadaan CCTV itu telah diketahui pasti oleh pihak Kepolisian dalam hal ini Tim Khusus.

Dikatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saat ini sementara di dalami terkait CCTV.

Bahkan kata Sigit, proses pengambilan CCTV itu telah diketahui.

“Ada CCTV rusak yang diambil pada saat di satpam dan itu juga kita sudah dalami, kita sudah mendapatkan bagaimana proses pengambilan dan siapa yang mengambil, juga sudah kita lakukan pemriksaan, dan saat ini tentunya kita akan melakukan proses selanjutnya,” kata Sigit.

Sigit menuturkan, nanti akan dibuka semuanya ke publik.

“Hal itu kita sudah dapatkan, siapa yang mengambil, siapa yang menyimpan dan semuanya nanti kita akan buka,” ungkap Sigit.

Dalam kasus kematian Brigadir J, satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Tersangka dalam kasus kematian Brigadir J itu adalah Bharada E.

Sementara itu, dalam perjalanan kasus kematian Brigadir J, Ferdy Sambo telah dilakukan pemeriksaan.

Sebelumnya, Tim Khusus juga telah memeriksa keluarga dan pacar dari Brigadir J.

Dalam kesempatan tersebut, kata Kapolri, sesuai dengan arahan Presiden beberapa waktu yang lalu, memerintahkan untuk membuka secara transparan jujur, sehingga proses penyidikan betul-betul bisa dipahami. (HP 1)

Sumber: YouTube/Devisi Humas Polri
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *