HIMPUN.ID – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo, Alwi Podungge, melayangkan kritik tajam kepada jajaran pemerintah kota saat rapat kerja evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Semester II, di Aula I DPRD, Selasa 16 September 2025.
Alwi menyebut laporan yang disampaikan oleh para camat dan lurah terlalu klasik dan tidak menunjukkan adanya kemajuan.
Alwi Podungge dengan nada geram menyatakan, narasi yang disampaikan dalam evaluasi tersebut selalu sama dari waktu ke waktu, tanpa ada terobosan baru untuk menggenjot PAD.
“Kalimat-kalimat yang selalu diucapkan oleh teman-teman ini terlalu klasik, seperti ini selalu, tidak ada perubahan. Artinya, secara jujur saya katakan, pergerakan dari pendapatan asli daerah dari semester ke semester (stagnan),” ujar Alwi.
Alwi menyoroti realisasi PAD yang masih jauh dari target, padahal tahun anggaran 2025 sudah memasuki akhir kuartal ketiga.
Menurutnya, sumber-sumber pendapatan utama seperti pajak dan retribusi, terutama Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), belum dieksplorasi secara maksimal.
“Ini sudah masuk semester kedua, kuartal tiga akhir, berarti kurang tiga bulan lagi. Apakah bisa dengan kondisi yang ada, yang rata-rata belum mencapai 50%? Sementara pajak dan retribusi merupakan sumber PAD yang harus dieksplorasi,” tegasnya.
“Kita harus gali, hanya saja saya lihat teman-teman ini kurang serius. Ini catatan saya, bolo maafu (mohon maaf),” tambah Alwi.
Politisi tersebut khawatir jika tidak ada perubahan signifikan dalam strategi, maka target PAD hingga akhir Desember 2025 tidak akan tercapai dan evaluasi yang dilakukan menjadi sia-sia.
Alwi Podungge mengingatkan para pejabat yang hadir untuk menyajikan laporan berbasis data yang akurat, bukan sekadar opini atau alasan yang tidak substantif.
“Saya mau kita terbuka saja. Saya paham ada kendala, tetapi yang selalu diucapkan teman-teman ini (terdengar) dari semester I. Hari ini kita bawa data, bukan bawa opini. Begini, bagana, bagono, kita butuh data,” tuturnya.
Alwi menekankan, seorang pemimpin bertanggung jawab atas konsekuensi perbuatannya, bukan pada opini publik.
“Artinya, kami tidak butuh laporan yang membungkus realita dengan ‘omdo‘ (omong doang),” tandasnya.
Alwi menegaskan kritikan keras yang disampaikannya merupakan bagian dari fungsi kontrol DPRD terhadap kebijakan pemerintah.
Alwi menyatakan Komisi II memiliki komitmen serius untuk memastikan PAD Kota Gorontalo dapat meningkat secara eksponensial dari tahun ke tahun.
Sebagai penutup, Alwi mengingatkan kembali jajaran BKAD, Camat, dan Lurah akan komitmen kuat Wali Kota Gorontalo dalam menggali setiap potensi demi meningkatkan PAD.
“Pak Wali Kota ini, gigih sekali menggali potensi sebagai komitmen beliau meningkatkan PAD. Ketika PAD meningkat, maka akan menambah tambahan keuangan untuk merealisasikan program-program (pembangunan),” tutupnya.
Rapat yang digelar di Aula I DPRD Kota Gorontalo, Selasa, 16 September 2025 itu, dihadiri oleh Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), OPD terkait, serta seluruh Camat dan Lurah se-Kota Gorontalo.*
Reporter: Fadli Sukriani Melu














