Example floating
Example floating
OPINI

Menjelang Hari Raya Idulfitri, Suasana Beberapa Lokasi PETI di Boalemo Tampak Beda

0
×

Menjelang Hari Raya Idulfitri, Suasana Beberapa Lokasi PETI di Boalemo Tampak Beda

Sebarkan artikel ini
Abd. Wahit Isima (Foto: DP)

Oleh: Abd. Wahit Isima

HIMPUN.ID Menjelang Idulfitri, suasana di sejumlah titik pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Boalemo tampak berbeda.

Dengungan mesin excavator yang biasanya memecah sunyi, kini perlahan mereda. Aktivitas yang sebelumnya berjalan nyaris tanpa jeda, mendadak terlihat sepi.

Namun, benarkah PETI di Boalemo benar-benar berhenti? Atau justru, kesunyian ini hanyalah jeda sementara?

Fenomena ini patut dibaca lebih dalam. Penurunan aktivitas PETI jelang Lebaran bukanlah hal baru. Ada pola yang berulang setiap tahun. Aktivitas menurun saat tekanan meningkat, lalu perlahan kembali hidup ketika situasi dianggap aman. Artinya, sepi bukan selalu berarti selesai.

Di satu sisi, aparat penegak hukum terus menunjukkan komitmen dalam menertibkan aktivitas ilegal tersebut. Penindakan, hingga pembubaran dilokasi tambang menjadi sinyal bahwa negara tidak tinggal diam.

Tak sampai disitu, realitas di lapangan sering kali berkata berbeda. Aktivitas PETI di beberapa titik masih terus berlangsung, meski tidak seintens sebelumnya. Polanya berubah lebih tersembunyi, lebih berhati-hati, dan berpindah-pindah lokasi.

Ketika satu titik ditertibkan, titik lain muncul, ketika aparat datang aktivitas berhenti. Namun, saat pengawasan melemah, mesin kembali dinyalakan.

Di sinilah letak persoalan utamanya. PETI bukan hanya soal penindakan, tetapi juga soal akar masalah yang belum sepenuhnya terselesaikan. Faktor ekonomi, keterbatasan lapangan kerja, hingga ketergantungan masyarakat terhadap aktivitas tambang menjadi realitas yang tidak bisa diabaikan.

Jelang Idulfitri, kondisi ini semakin kompleks. Ada kebutuhan ekonomi yang meningkat, tetapi juga ada tekanan hukum yang menguat. Di tengah situasi tersebut, para pelaku PETI cenderung mengambil posisi aman, berhenti sementara, mengamati keadaan, atau menunggu momentum.

Momentum itulah yang menjadi kunci. Apakah setelah Idulfitri aktivitas akan benar-benar hilang? Atau justru kembali marak seperti sebelumnya?

Jika tidak ada langkah yang lebih komprehensif, bukan hanya penindakan, tetapi juga solusi jangka panjang maka besar kemungkinan “kesunyian” ini hanyalah ilusi. Sebuah jeda singkat sebelum siklus lama kembali terulang.

Boalemo hari ini mungkin terlihat lebih tenang. Namun, ketenangan itu menyimpan tanda tanya besar. Apakah PETI benar-benar telah berhenti, atau hanya sedang menunggu waktu?(Rls)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *