HIMPUN.ID – Tidak bisa dipungkiri, ilmu kebal kadang menjadi tontonan publik dan biasa beredar dijejaringan media sosial.
Tak jarang kita bisa temukan seseorang mempraktekkan kekebalan tubuhnya, yang tak mempan dengan benda tajam.
Namun, bagaimanakah pandangan dalam Islam soal ilmu kebal?
Pertanyaan tersebut, sempat ditanyakan seseorang kepada Buya Yahya dalam satu kesempatan.
Berikut pertanyaan lengkapnya dan jawaban Buya Yahya, terkait mempelajari ilmu tenaga dalam atau ilmu kebal, yang dikutip himpun.id dari video yang diunggah di kanal YouTube Al-Bahjah TV Kamis 10 Feberuari 2022.
“Bagaimana hukumnya mempelajari ilmu tenaga dalam, atau pukulan jarak jauh atau ilmu kebal,” tanya seorang penanya kepada Buya Yahya.
Dijelaskan Buya Yahya, yang perlu dicermati adalah cara belajarnya.
“Kalau orang membaca doa, agar dia nanti disaat berperang berjaya, sah-sah saja,” terang Buya Yahya.
Baca juga:Resahkan Masyarakat Gorontalo, Polisi Amankan 3 Remaja Pelaku Balap Liar
Dikatakan Buya Yahya, alangkah indahnya, jika ingin mengamalkan sesuatu karena Allah, melakukan salat karena Allah, berpuasa karena Allah.
“Kami sampaikan kepada siapapun, kalau sudah waktunya mati, akan mati,” jelas Buya Yahya.
Diterangkan Buya Yahya, jika mengamalkan amalan karena Allah, kalau nanti ternyata buah daripada amal menjadi kebal, ini Babnya beda.
“Lupakanlah ilmu kebal dan sebagainya, lupakanlah itu semuanya,” pinta Buya Yahya.
“Kembali yang ditanyakan caranya seperti apa? kalau caranya diajari oleh gurunya bahwasanya lakukan puasa begini, baca doa ini dengan niat semoga Allah berikan kekuatan, kalau begitu sah doanya. namanya itu semacam tawassul dengan amal shaleh dengan baca Alqur’an. ngambil keberkahan Alqur’an,” terang Buya Yahya.
Baca juga:Merlan Harap Bone Bolango Jadi Kota Pendidikan di Gorontalo
Sementara terkait pertanyaan pukulan jarak jauh, Buya Yahya mengaku tidak tahu.
“Pukul jarak jauh, saya tidak mengerti ilmu itu. Saya tidak bisa masuk wilayah itu,” akuinya.
“Pukul jarak jauh dan sebagainya, siapa yang dipukul?. mukul lawan?, kalau memang betul-betul mukul lawan musuh-musuh Allah dalam peperangan, tetap sah. Tapi caranya harus bener, sebab ingat kaedahnya sederhana, tujuan sebaik apapun jika diraih dengan cara yang tidak baik, enggak akan ada nilainya di hadapan Allah,” kata Buya Yahya.
“Nah ini ilmu kebal ini dicari dengan cara bagaimana? caranya haram, biarpun itu kata untuk jihad ya enggak Bener, nggak diterima oleh Allah, maka hati-hati,” pesan Buya Yahya.
Baca juga:Wabup Merlan Akui MAN IC Gorontalo Memperkenalkan Bone Bolango kepada Indonesia
Kata Buya Yahya, cirinya jika yang dibaca kalimat-kalimat yang bener amalannya, amal yang sesuai dengan syariat maka itu dibenarkan.
“Makanya kita perlu sadar. Anda baca doa kayak apa sih? doanya bener ya sah-sah saja, yang demikian itu. jawaban seperti itu,” tegas Buya Yahya.
Sumber: YouTube/Al-Bahjah TV














