HIMPUN.ID – Setiap pengalaman, membuatmu tumbuh dan kuat. Ungkapan inilah yang mungkin bisa kita sematkan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Utara, Ridwan Yasin, SH., MH.
Betapa tidak, ditengah badai gelombang isu tentang pemberhentiannya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda), pria yang dijuluki ‘Sekda Milenial itu’ tetap santai berjibaku dengan tugas dan tanggungjawabnya, serta justru terlihat biasa saja seolah tak ada yang menghantui pikirannya.
Berikut jejak karier Ridwan Yasin, membuat ia banyak belajar dan menjadi kuat dalam menghadapi persoalan hidup, yang berhasil dirangkum himpun.id.
Ridwan Yasin Bercita-Cita Menjadi Hakim
Ada hal menarik ketika tim Himpun.id, datang berkunjung di kediaman pribadinya yang beralamat di Kelurahan Bulotadaa Timur, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, dan menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengannya yang saat itu ditemui, kebetulan sedang membuka-buka berkas sejak ia menjadi Apartur Sipil Negara (ASN).
Tim Himpun.id pun turut melihat dan memperhatikan setiap berkas yang ia buka. Dari tumpukan berkas-berkas itu, diketahui pejabat tinggi daerah Kabupaten Gorontalo Utara ini, sempat mengajukan pindah ke Pengadilan Negeri Gorontalo. Bahkan, diketahui sebelum mengajukan pindah pada tahun 2001, ia sempat mengikuti seleksi calon hakim pada tahun 1999.

Ridwan Yasin Pernah Karier di Departemen Kehakiman
Pada tahun 1999, Ridwan Yasin yang kala itu sebagai Staf Seksi Badan Peradilan Kanwil Departemen Kehakiman Sulawesi Utara, mendapatkan izin untuk mengikuti seleksi calon hakim, sesuai dengan Surat Izin Kepala Kantor Departemen Kehakiman Wilayah Sulawesi Utara, nomor W14-10.01-21, pada tanggal 27 Oktober 1999.
Tetapi, rupanya pria kelahiran tahun 1965 yang dahulu memiliki cita-cita menjadi seorang hakim itu, harus mengubur impiannya sebab Allah berkehendak lain, dan akhirnya mengajukan permohonan pindah ke Pengadilan Negeri Gorontalo, yang kemudian mengantarkannya ke takdir saat ini, sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Utara.

Ridwan Yasin Sempat Gagal Menjadi Penyuluh KB
Selain itu, Tim Himpun.id juga sempat turut melihat-lihat berkas-berkas, ketika ia masih mengadu nasib di Kota Samarinda dan Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Saat sedang berbincang-bincang dengannya, tiba-tiba laki-laki putra Atinggola itu meneteskan air matanya.
Melihat hal ini, Tim Himpun.id sontak kaget dan kemudian menanyakan apa yang membuat ia hingga menitihkan air mata. Sembari membilas air matanya, dan dengan menghembuskan nafas perlahan, iapun kemudian menceritakan apa yang menghampiri pikirannya saat itu.
Ternyata, ia teringat akan kenangan pahit yang dirasakannya bersama orang tua, saat ia mengikuti tes penyuluh Keluarga Berencana (KB) di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Utara, sebelum akhirnya mengadu nasib ke tanah dayak, Kalimantan.
Diceritakannya, ketika itu ia mencoba mengadu nasib mengikuti tes sebagai penyuluh KB, yang kemudian dinyatakan lulus. Setelah dirinya mengurus berkas hingga ke Ibu Kota, Jakarta, tiba-tiba ia mendapat informasi yang sangat mengecewakan. Ia menjadi salah satu dari lima orang yang dicoret, dalam formasi yang berasal dari Provinsi Sulawesi Utara.
“Orang tua saya sudah sempat doa selamatan, dan sangat berbahagia ketika itu, tetapi semua kebahagiaan itu tiba-tiba berubah menjadi pilu. Tapi yang namanya orang tua, mereka tidak ingin melihat anaknya sedih, dan mencoba membesarkan hati sang anak,” kenang ridwan dengan bibir sedikit bergetar, sembari kembali menitihkan air matanya.
Gagal Menjadi Penyuluh KB, Ridwan Merantau Ke Kalimantan Timur
Merasa telah gagal menjadi penyuluh KB, dan membahagiakan hati orang tuanya, Ridwan Yasin kemudian pergi merantau ke tanah borneo, Kalimantan Timur, dengan kapal Kambuna, yang ditumpanginya dari pelabuhan Kota Bitung, Sulawesi Utara.
“Saya pergi sendiri mencoba mengadu nasib. Panjang ceritanya tapi saya sempat bekerja di pabrik kayu lapis milik pengusaha besar, Prayogo Pangestu. Ketika ada penerimaan PNS, saya ikut dan Alhamdulillah diterima. Pastinya, jika dikenang lebih banyak sedihnya, tetapi kondisi seperti itulah yang membuat saya selalu siap menghadapi tantangan. Semoga badai ini cepat berlalu,” tutupnya mengakhiri perbincangan kami. (MYP/HP)














