23.5 C
Jakarta
Minggu, Juni 16, 2024

Buy now

Kisah Nabi Muhammad SAW Hingga Diasuh Pamannya

HIMPUN.ID – Bicara tentang kisah Nabi Muhammad Saw. amatlah penting dalam kehidupan umat Islam.

Dengan terus menceritakan kisah Nabi Muhammad Saw. itu sama artinya menanamkan akhlak yang baik pada diri seorang muslim/muslimah.

Sebab Nabi Muhammad Saw. adalah sebaik-baik manusia, memiliki kesempurnaan akhlak yang menjadi teladan.

Hingganya, sangat penting terus menerus mengkisahkan sejarah kehidupan Nabi Muhammad Saw.

Nah berikut ini Himpun.id mengulas kisah Nabi Muhammad Saw. hinnga diasuh oleh pamannya.

Kisah Nabi Muhammad Saw. ini akan dibahas secara bertahap atau bersambung.

Berikut ulasan kisah Nabi Muhammad Saw.

Profil Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir. Nabi Muhammad Saw dilahirkan di Mekkah pada tanggal 12 Rabi’ul awwal tahun Gajah atau pada tahun 571 M.

Nabi Muhammad SAW wafat pada tanggal 12 Rabiulawal tahun 11 H atau tanggal 8 Juni 632 M.

Nabi Muhammad SAW lahir dari seorang perempuan mulia suci dari Bani Zuhrah yang
bernama ibunda Aminah.

Dan laki-laki tampan rupawan nan baik hati dari Bani Hasyim yang bernamah Abdullah.

Baca juga:Cara Menjadi Pengusaha Sukses, Ustadz Adi Hidayat Kisahkan Kehidupan Sahabat Dicontohi

Dari kedua pasangan manusia muliah Abdullah dan Aminah itulah Nabi Muhammad SAW dilahirkan.

Ketika Nabi Muhammad SAW dilahirkan ayahnya sudah tiada, ayahnya meningal dunia di Madinah dan dikebumikan di sana ketika beliau masih dalam kandungan 2 bulan.

Namun ada juga yang menyataakan bahwa ayah beliau meningaal semasa beliau enam bulan dalam kandungan ibundanya.

Silsilah Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad saw bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qusayy bin Hakim bin Kaab bin Luayy bin Ghalib bin fihr bin Malik bin Nadr bin Kinanah bin Khazaimah bin Madrikah bin Mudhar bin Nazar bin Ma’ad bin Adnan.

Demikian silsilah keturunan Raulullah dari pihak Ilyas bin bapaknya.

Kemudian silsilah Nabi Muhammad SAW dari pihak ibunda (Aminah) yaitu Muhammad bin
Aminah, binti Wahbin, bin Andi Manaf, bin Zuhrah, bin Kilab, bin Murrah, bin Ka’ab, bin Luayyi, bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin AnNadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar (Nazar) bin Ma’d (Mu’iddu) bin Adnan.

Dari sini bertemulah silsilahnya dengan nenek Raulullah yang keenam. Jadi, baik dari pihak bapak, dan dari pihak ibu, adalah sama-sama keturunan Nabi Ibrahim
melalui anaknya Nabi Ismail a.s.

Pengasuh Nabi Muhammad SAW

Ketika Nabi Muhammad SAW dilahirkan ayahnya sudah tiada, ayahnya meningal dunia di Madinah dan dikebumikan di sana ketika beliau masih dalam kandungan 2 bulan.

Dalam kehidupan sosial masyarakat Arab, berkembang sebuah tradisi yang berlaku di kalangan bangsawan Arab yang biasa menyusukan bayinya kepada orang lain dan
membawa bayi itu kedaerah pedalaman.

Hal yang sama juga berlaku dengan bayi Nabi Muhammad SAW. Namun sebelum mendapatkan wanita tukang menyusui yang bersifat tetap, maka Nabi Muhammad SAW disusui sementara waktu oleh Syu’aibah, budak perempun milik salah seorang paman Nabi Muhammad SAW yang bernama Abu Lahab.

Selanjutnya, Aminah menyerahkan anaknya sewaktu kecil kepada Halimah yang menjadi ibu angkatnya nabi Muhammad Saw, Halimah sendiri dari suku Bani Sa’d

Halimah membawa bayi itu (nabi Muhammad Saw) ke desa pedalaman tempat tinggal Halimah.

Di tempat inilah Nabi Muhammad tumbuh dan dibesarkan dalam susana pedesaan yang udaranya masih bersih.

Salain halimah, Nabi Muhammad SAW juga diasuh oleh putri Halimah sendiri yang bernama Syaima.

Udara sahara yang bersih dan kehidupan pedalaman yang kasar ini menyebebkan perkembangan fisik Nabi Muhammad SAW tumbuh secara cepat.

Bersamaan dengan itu, sikap mental Nabi Muhammad juga berkembang pesat, sehingga ia menjadi anak yang cepat dewasa.

Masa pengasuhan dan penyusuan Nabi Muhammad oleh Halimah
berlangsung dua tahun.

Setelah dua tahun berlalu, Halimah kemudian mengembalikan Nabi Muhammad kepada Ibunya, Aminah.

Akan tetapi, atas kehendak Aminah, Nabi Muhammad lalu dikembalikan lagi kerumah Halimah dengan harapan agar pertumbuhan dan perkembangan Nabi Muhammad SAW lebih matang.

Selama dua tahun kemudian Nabi Muhammad ditinggal di Sahara sambil menikmati udara
pedalaman yang jernih dan bebas serta tidak terikat oleh sesuatu ikatan
apapun, baik ikatan jiwa maupun ikatan materi.

Dengan demikian, hampir berlangsung selama 5 tahun, Nabi Muhammad tinggal bersama
keluarga halimah dan ia belajar bahasa Arab yang murni dari kabilah
ini.

Masa 5 tahun inilah merupakan masa yang penuh dengan kenangan yang indah yang terpatri secara kekal dalam jiwanya.

Setelah 5 tahun kembali, Nabi Muhammad saw dikembalikan lagi kepangkuan Ibunya di Mekah.

Wafatnya Ibunda Nabi Muhammad SAW

Pada umur enam tahun nabi Muhammad Saw kehilangan ibunya dan ia kembali ke Mekkah
dan dipeliharah oleh kakeknya yaitu, Abd Muttalib.

Sebelum ibu Nabi Muhammad Saw meninggal, Nabi saw dibawa oleh ibunya untuk
melihat peristirahatan terakhir ayahnya di Madinah (yang ketika itu
masih bernama Yatsrib).

Itulah saat-saat yang mengharukan yang pertama kali dirasakan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai seorang anak yatim.

Sebulan mereka tingggal di Yatsrib untuk berziarah kemakam ayahnya serta untuk menengok familinya.

Kemudian mereka kembali ke Mekah menmpuh gurun yang panas dan ganas. Dalam perjalanan pulang ke Mekah, ibundanya wafat dan dikebumikan di Abwa, sebuah
daerah yang terletak antara Makkah dan Madinah.

Sejak saat itu Nabi Muhammad SAW menjadi anak yatim piatu.

Nabi Muhammad SAW Diasuh Oleh Kakeknya

Setelah Nabi Muhammad SAW ditinggal ibunya, Nabi Muhammad SAW diasuh oleh kakeknya, yaitu Abdul Muthalib.

Limpahan kasih sayang dari kakeknya ini sedikit mengobati luka hati Nabi Muhammad
SAW akan tetapi, kakek yang merupakan tempat mengadu bagi Nabi Muhammad SAW ini meninggal dunia setelah dua tahun mengasuhnya.

Sebelum meninggal Ia berwasit kepada Abu Thalib (yang merupakan paman Nabi Muhammad SAW) agar memelihara Nabi Muhammad SAW kecil.**

Bersambung…
________________________________________________________________________
Sumber Bacaan :

1. Nurkholis Kurniawan, Rohmat, Profil Nabi Muhammad SAW dan Nilai-nilai Pendidikannya.

2. Muhammad Rais Amin, Sejarah Kehidupan Nabi Muhammad Dan Kemenangan Umat Islam, dalam jurnal TASAMUH: JURNAL STUDI ISLAM, Volume 9, Nomor 2, September 2017.

3. Ifriani, Misran, Bahaking Rama, Biografi Nabi Muhammad SAW Masa di Makkah dan Madinah Hingga Wafat, dalam jurnal ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Vol.3, No.3, Februari 2024.

4. Maskur, Abdi Fauji Hadiono, Dakwah Islam Pasca Wafatnya Nabi Muhammad Saw, dalam jurnal Kominikasi dan Konseling Islam, Vol III, No 2, Juli 2023.