HIMPUN.ID – Pasca berseteru dengan pesulap merah, padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin Jaddab, diminta oleh warga ditutup.
Karena desakan warga, akhirnya padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin Jaddab ditutup sementara.
Akhir-akhir ini, banyak yang menyoroti Gus Samsudin Jaddab terkait pengobatan alternatif yang ia lakukan.
Banyak yang menduga, Gus Samsudin Jaddab melakukan trik sulap dalam pengobatan alternatif yang dia lakukan.
Namun, bagaimanakah pengakuan warga sekitar dengan hasil dari pengobatan alternatif yang Gus Samsudin Jaddab lakukan.
Berikut ini, pengakuan salah satu warga disekitar padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin Jaddab, di Desa Rejowinangun, dikutip himpun.id dari video yang diunggah dikanal YouTube, Blitar Misteri pada Senin 1 Agustus 2022.
Baca juga:Pesulap Merah Tantang Gus Samsudin Buktikan Kelapa Isi Paku, Keris dan Tasbih Kebal
Baca juga:Klarifikasi Kades Rejowinangun terkait Permintaan KTP kepada Pesulap Merah di Padepokan Gus Samsudin
Seorang warga yang dalam tayangan video tersebut mengatakan, pasien Gus Samsudin Jaddab ada juga yang dari luar negeri.
“Brunei, malaysia, papua, kalimantan,” ujarnya.
Ia menuturkan, yang datang semuanya orang sakit.
“yang sakitlah, kebanyakan orang sakit,” jelasnya.
Seorang warga yang tinggal di sekitar padepokan Nur Dzat Sejati itu mengatakan, banyak yang telah disembuhkan oleh Gus Samsudin Jaddab.
“Alhamdulillah ada yang sembuh, banyak yang sembuh,” katanya.
Bahkan warga tersebut mengaku bahwa orang yang dia masukkan ke padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin Jaddab, banyak yang sembuh.
“Yang saya masukan banyak yang sembuh, orang malaysia sembuh semua,” bebernya.
Dia mengungkapkan, orang yang sakit itu adalah sakit kanker payudara.
“Kemarian itu kanker payudara udah di vonis stadium 4, Alhamdulillah disisini berobat di Gus Samsudin sembuh,” ungkapnya.
Ditanya soal apa saja ramuan yang sering diberikan oleh Gus Samsudin Jaddab kepada para pasien, warga tersebut mengaku hanya mengetahui beberapa saja.
“bidara, garam merah, dan madu,” katanya. (HP1)










