HIMPUN.ID – Viral, giliran Gus Samsudin Jaddab, yang ditantang oleh pesulap merah untuk datang ke jakarta, membuktikan kesaktian yang dia miliki.
Dalam video yang diunggah pada 29 Juli 2022, pesulap merah meminta Gus Samsudin Jaddab untuk melakukan pembuktian di hadapan wartawan.
Pesulap merah mengatakan, dirinya siap menutup channel jika terbukti Gus Samsudin Jaddab benar.
Bahkan, pesulap merah menantang Gus Samsudin Jaddab membuktikan terkait kebal, kelapa yang ada pakunya dan keris petir.
“Coba sini, gantianlah ke Jakarta, kita konferensi Pers, nanti gue buat konferensi Pers pembuktian langsung di depan wartawan-wartawan, tanpa bawa pengacara dan Kades, dan tanpa bawa preman,” tantang pesulap merah.
Pesulap merah menegaskan, yang terbukti salah tutup channel.
“Kalau misalnya kelapa isi paku itu harus alasanya rumahnya diserang santet lah, harus rumahnya apalah ikatan-ikatanlah, aduh banyak banget alasannya ya,” kata pesulap merah.
Baca juga:Klarifikasi Kades Rejowinangun terkait Permintaan KTP kepada Pesulap Merah di Padepokan Gus Samsudin
Ditegasi berulang-ulang oleh pesulap merah, bahwa dirinya akan tutup channel jika terbukti Gus Samsudin Jaddab benar.
“Yah udah pembuktiannya yang kebal aja, katanya kan punya tasbih kebal. Sampe gue nggak bisa bongkar rahasianya, gue tutup channel,” ungkap pesulap merah.
“Sampe gue nggak bisa bongkar rahasia kebalnya dan benaran kebal ternyata tasbihnya bisa membuat orang kebal, gue tutup channel.”
Pesulap merah pun mendesak Gus Samsudin Jaddab untuk membawa keris petir.
“Atau bawa batu getar, kris petir. Gue juga punya kris petir. “Kalau kris petirnya nggak ada alat atau elektronik di dalamnya, dan benaran keluar petir itu karena ghoib, gue tutup channel,” tegas pesulap merah.
Tapi kalau sebaliknya kata pesulap merah, terbukti kris petirnya ada alat elektroniknya, Gus Samsudin Jaddab diminta tutup channel.
“Yah udah siap-siap tutup channel, gimana?. Jadi jangan banyak omomg kalau di ilmu merah yah. Kalau di ilmu merah yah hayuh. Kemarin disamperin, dijegat oleh pengacaranya,” kata pesulap merah. (HP1)










