Example floating
Example floating
CerpenSASTRA

Skema Langit, Bagian 1: Menabur Harapan di Tanah Kering

0
×

Skema Langit, Bagian 1: Menabur Harapan di Tanah Kering

Sebarkan artikel ini
Skema Langit, Bagian 1: Menabur Harapan di Tanah Kering. (Foto: ilustrasi)
(Kolase Foto: diilustrasikan dari foto asli penulis dan foto google)

Di bawah bentangan langit yang seringkali terasa begitu kejam, di sebuah negeri bernama Skema Langit, hiduplah seorang anak bernama Igo. Sebelas tahun adalah usia yang seharusnya dipenuhi dengan riang dan tawa, namun bagi Igo, ia adalah awal dari sebuah perjuangan yang tak terduga.

Di tengah empat saudara perempuannya, Igo adalah satu-satunya laki-laki, satu-satunya bahu yang kini harus menopang puing-puing harapan.

Ayahnya, tulang punggung keluarga yang tegar, perlahan-lahan dipatahkan oleh penyakit. Semangatnya untuk berjualan es cukur di komplek pelelangan ikan tak pernah pudar, namun tubuhnya tak lagi bisa diajak kompromi. Ia hanya bisa berdagang dengan dibantu sang istri, dan Igo, anak laki-laki yang masih belia, melihat segalanya dengan mata yang penuh duka.

Di saat teman-teman sebayanya sibuk bermain, pikiran Igo sudah jauh lebih dewasa. Ia tak bisa hanya diam. Dengan hati yang hancur, ia memutuskan untuk mencari jalan.

Ia rela menjadi ‘ball boy’ (Pemungut bola tenis lapangan) di sebuah kampus ternama, berlari mengejar bola-bola tenis, menukar keringatnya dengan beberapa lembar uang. Sore harinya, ia beralih peran menjadi kuli angkut di pasar, memanggul beban yang jauh lebih berat dari usianya.

Setiap hari, setelah perjuangan yang panjang, Igo akan pulang. Ia tak pernah kembali dengan tangan kosong. Satu liter beras, rempah-rempah, dan uang obat-obatan untuk sang ayah, adalah bekal yang selalu ia bawa.

Air mata ibunya adalah saksi bisu betapa mulia hati anak laki-lakinya. Di rumah, semua menantinya, tak ada yang bisa makan jika Igo belum pulang.

Ia adalah satu-satunya sandaran, satu-satunya harapan yang tersisa, setelah ayahnya tak lagi mampu bekerja.

Di bawah langit Skema Langit, Igo menaburkan harapannya. Ia tahu, tanah yang ia pijak begitu kering, namun ia percaya, suatu saat nanti, air mata dan keringat yang ia curahkan akan menumbuhkan tunas-tunas kebahagiaan.

Ia terus melangkah, memikul takdir dengan segenap jiwa, demi senyum keluarganya, demi kesembuhan ayahnya, demi masa depan kakak-kakaknya dan adiknya.

Kisah Igo adalah kisah tentang cinta, ketabahan, dan perjuangan yang tak pernah mengenal lelah. Ia adalah pahlawan tanpa tanda jasa, yang berjuang dalam senyap, di bawah langit Skema Langit.

Bersambung…(Nex Bagian ke 2)

Penulis: Usman Anapia

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cerpen

Oleh: Yulputra Noprizal Di kedai Supiak, Nagari (Desa)…