Universitas Yang Kehilangan Arah

Pramono Pido. Penulis merupakan esais, beberapa tulisannya telah diterbitkan oleh media lokal juga nasional, pernah meraih penghargaan dari kementerian keuangan.

Oleh: Pramono Pido

Penulis merupakan esais, beberapa tulisannya telah diterbitkan oleh media lokal juga nasional, pernah meraih penghargaan dari kementerian keuangan.

HIMPUN.ID, OPINI – Rektor, satu kata yang sedang hangat dibicarakan sekaligus menjadi kata pembuka pada kalimat headline begitu banyak berita hari-hari ini.

Secara semantik kata itu masih terjaga kesangarannya oleh sebab tak merujuk nama dari seseorang melainkan perwujudan fungsi dalam jabatan struktural sebuah institusi yang dikenal sebagai universitas, KBBI (saya akses secara online) memberi definisi Rektor “pemimpin perguruan tinggi [sebuah universitas atau institut].

Kasus yang menimpa Karomani seperti yang dilansir berbagai media online nasional ketika ia ditangkap KPK karena menerima suap, kompensasi atas campur tangannya memanfaatkan jabatan rektor untuk memengaruhi keputusan di salah satu universitas tidak menambah maupun mengurangi definisi rektor namun tentu persoalannya tak sampai berakhir di sini.

Baca juga;Ternyata Polisi Jemput Petani Sawit Terima Bantuan Perusahaan, Fatkurohman Mengecam

Advertisement

Pada halaman situs resmi universitas Indonesia diuraikan sejarah berdirinya kampus tersebut, nama UI dipakai tahun 1950, lebih dulu mengapa saya menyomot contoh dari UI?

Karena merupakan salah satu kampus yang tertua, yang mengawali sejarah berkelindannya bangunan perguruan di Indonesia sebagai satu kesatuan dari penggabungan Stovia (sekolah kedokteran) dan beberapa lainnya seperti sekolah teknik, bahkan ITB, kampus yang jarang keluar dari radar perengkingan 10 besar kampus terbaik di Indonesia dulunya merupakan fakultas teknik UI.

Tentu tanpa tendensi dan preseden ketika menjadikannya patokan pijakan awal meneropong eksistensi universitas di seluruh Indonesia, saat saya membaca halaman situs tersebut juga sekaligus terpampang logo yang bertuliskan motto: Veritas, Probitas, Iustitia (Kebenaran, Kejujuran dan keadilan), ada lagi satu hal yang menarik untuk disentil apakah saat UI berdiri pimpinan universitasnya sudah disebut rektor?

Motto yang terdiri atas tiga kata di atas idealnya menjadi jalur etis yang bertalian erat dengan suasana kental akademis dari komunitas yang hidup di dalam pagar beton universitas, dekadensi dialami oleh sebagian sivitas ketika mulai menjauhi ruh yang memayungi setiap kampus yang pastinya mengusung spirit kurang lebih sama dengan UI atau setidak-tidaknya tidak mungkin keluar dari lanskap ketiga kata dalam motto di atas sangat patut disayangkan.

Dalam kurun waktu panjang berdirinya univeritas di Indonesia berbagai gempuran terpaan badai kasus pernah melanda, menguji integritas kampus sebagai pilar peradan bagi bangsa, banyak mampu bertahan, tak jarang ada melempem, penyebutan pimpinan di Universitas Indonesia pada awalnya pun adalah presiden universitas, namun karena ketidaksetujuan Soekarno yang menganggap presiden hanya satu, presiden Indonesia, dipakailah kata rektor untuk menggantikannya berlaku hingga saat ini, betapa prestisiusnya jabatan itu mulanya bahkan dianggap sebagai bentuk halus dari delegitimasi seorang presiden negara!

Data yang dirilis oleh situs Webometriks per-Juli 2022 universitas di indonesia masih menongkrongi rangking dalam rentangan angka 600-an.

UI sebagai yang nomor satu di Indonesia mantap bercokol di posisi 603 dunia, hal ini menjadi fakta bahwa masih sangat jauh perjalanan untuk meneguhkan cakar representasi akademik bukan hanya di dalam akan tetapi juga di mata dunia.

Tentunya banyak yang berharap setiap cendekiawan yang mengemban jabatan rektor, menyadari dengan sepenuh hati dan pikirannya ada citra dan marwah akan menyertai sebagai beban yang harus diemban, karena bila tidak, keruntuhan wibawa univeritas dari segala segi bukanlah sesuatu yang mustahil terjadi, ikan rusak dari kepalanya, hal tidak pernah diinginkan siapapun.**

Catatan : Tulisan ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis

(Info: himpun.id menerima kontribusi tulisan dengan berbagai tema. Rubrik tulisan yang dapat di kirim yakni Opini, Resensi, Cerpen, Puisi, Tips, Edukasi, Khazanah, dan lain sebagainya, selagi bermanfaat)

 

 

Advertisement

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini