Example floating
Example floating
VIRAL

Brigadir J Dibunuh Para Squad? Sang Pacar Diminta Cari Pria Lain

0
×

Brigadir J Dibunuh Para Squad? Sang Pacar Diminta Cari Pria Lain

Sebarkan artikel ini
Brigadir J Dibunuh Para Squad? Sang Pacar Diminta Cari Pria Lain, facebook Kamaruddin Hendra Simanjuntak

HIMPUN.ID – Hingga kini, peristiwa ‘berdarah’ yang mengakibatkan Brigadir J meninggal dunia, masih menyisahkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Dalam perkembangannya, kasus kematian Brigadir J sudah dalam tahap penyidikan.

Sejumlah orang pun telah diperiksa untuk dimintai keterangan atas kematian Brigadir J.

Orang-orang yang dimintai keterangan itu, adalah pihak keluarga Brigadir J, sang pacar.

Sementara itu, belum lama ini, para ajudan Ferdy Sambo, termasuk Bharada E, telah dimintai keterangan oleh Komnas HAM.

Di tengah berjalannya kasus kematian Brigadir J, publik dibuat heboh dengan postingan di akun facebook yang membeberkan kondisi Brigadir J sebelum meninggal dunia.

Dalam unggahan akun facebook Kamaruddin Hendra Simanjuntak pada Rabu 27 Juli 2022, ia menggungah foto tangkap layar yang deiberikan sedikit keterangan yang mengundang perhatian warganet.

Kamaruddin Hendra Simanjuntak memberikan catatan dalam postingannya, bahwa Brigadir J meminta maaf pada sang pacar.

Bahkan, tulisan Kamaruddin Hendra Simanjuntak menjelaskan, sang pacar diminta untuk mencari pria lain.

Sebab, Brigadir J sudah mengetahui, bahwa dirinya akan dibunuh oleh para Squad.

“Noted: Keterangan Poto Alm. Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat, Ketika Alm : Pamitan & Memohon Maaf serta Meminta Mencari “pria lain” Sebagai Pengganti Dirinya, Sekaligus Menjelaskan Bahwa Dia Akan Pergi Untuk Selamanya, Karena “AKan Dibunuh Oleh Para Squad Lama Yang Pada Kurang Ajar.. !,” tulisan Kamaruddin Hendra Simanjuntak di facebook dikutip himpun.id pada Kamis 28 Juli 2022.

Terinformasi, pemilik akun itu diduga adalah pengacara keluarga dari Brigadir J.

Namun, atas unggahan di facebook tersebut, belum bisa dipastikan kebenarannya, sebab, hingga saat ini tim khusus yang dibentuk oleh Kapolri masih bekerja, dan belum memberikan keterangan lengakap soal apa yang disampaikan diduga pengacara keluarga Brigadir J di facebook.

Kronoligis Peristiwa

Diberitakan sebelumnya, peristiwa diduga saling tembak antar polisi terjadi di rumah singgah pejabat tinggi Polri, Kadiv Propam non aktif, Ferdy Sambo, pada Jumat, 8 Juli 2022.

“Kurang lebih terjadi pukul 17.00 WIB, atau jam 5 sore,” terang Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, dikutip dari Div Humas Polri pada Senin 11 Juli 2022.

Ahmad menuturkan, saat itu Brigadir J, memasuki rumah salah satu pejabat Polri, dan diduga melakukan pelecehan kepada Istri Kadiv Propam non aktif, Ferdy Sambo.

“Ada anggota lain atas nama Bharada E menegur, dan saat itu yang bersangkutan mengacungkan senjata, kemudian melakukan penembakan. Dan Bharada E, menghindar dan membalas tembakan terhadap Brigadir J,” terang Ahmad.

Ahmad mengungkapkan, akibat penembakan yang dilakukan oleh Bharada E, itu mengakibatkan Brigadir J meninggal dunia.

Dikatakan Ahmad, saat itu, Bharada E melakukan pembelaan terhadap serangan yang dilakukan oleh Brigadir J.

Dijelaskan Ahmad, peristiwa diduga saling tembak antara Brigadir J dan Bharada E itu, membuat luka tembak pada Brigadir J.

“luka tembaknya ada tujuh, tapi ada satu tembakan yang bisa mengenai dua bagian,” paparnya.

“Seperti contoh, ketika kena tangan dia tembus,” kata Ahmad sambil menunjuk bagian dada mencontohkan tembakan yang bisa kena dua bagian tubuh.

Brigadir J melakukan tujuh kali tembakan dan Bharada E membalasnya dengan lima tembakan.

“Jadi lima itu dari Bharada E. Jadi yang menembak terus-terusan itu Brigadir J,” kata Ahmad.

Sementara Brigadir J tembakannya tidak ada yang mengenai Bharada E.

“Tidak ada,” kata Ahmad.

Polri Bentuk Tim Khusus

Atas peristiwa yang terjadi diduga saling tembak antar Polisi di rumah singgah Kadiv Propam non aktif, Ferdy Sambo itu, Kapolri telah membentuk tim khusus.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menuturkan, tim khusus itu teridiri dari pihak internal Polri dan ekternal.

“Kemarin telah disampaikan bapak Kapolri telah dibentuk Tim Khusus, Tim Khusus terkait dengan kasus penembakan yang terjadi di Rumah kediaman Kadiv Propam. Tim khusus tersebut dipimpin oleh Wakapolri, anggotanya ada Irwasum, Kabareskrim, Kabaintelkam, ada ASDM,” unngkap Ahmad Ramadhan.

Dikatakan Ahmad Ramadhan, tim khusus yang dilibatkan dari pihak eksternal melibatkan Komnas Ham, dan Kompolnas.

Tim khusus tersebut kata Ahmad akan bekerja secara transparan, objektif dan akuntabel.

“Kemudian hasil kerja dari tim khusus ini, nanti akan memberikan rekomendasi tindak lanjut kepada upaya-upaya penyelidikan dan penyidikan yang telah dilakukan,” terang Ahmad Ramadhan, dikutip dari video yang diunggah di kanal YouTube DIV HUMAS POLRI pada Rabu 13 Juli 2022.

Disclimer: Masyarakat diminta bijak menggunakan media sosial, dan hanya menerima infromasi dari pihak atau lembaga yang berwewenang. Diharapkan hidandari hoaks. (HP1)

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *